Infirru Khifafan Wa Tsiqolan

  • Archive
  • RSS
  • Ask Me
  • Berbagi Inspirasi
Zaman boleh menua dan lapuk. Berbagai paham dan ideologi boleh membusuk dan remuk. Tapi kedudukan Rasulullah Muhammad Saw. akan selalu merekah di dalam hati kita bagaikan sekuntum mawar yang takkan pernah kuncup untuk terus menebarkan aroma semerbak dalam hati di sepanjang masa

Muhammad Fethullah Gullen

  • 6 hours ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
Apa yang membuat seseorang menjadi pahlawan sejati? Ia beramal dan tidak peduli pada sebutan-sebutan semacam itu

Ust.Usep Moh.Ishaq

  • 16 hours ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
Kalau ingin tahu tentang cinta
Tanyakan kepada para ayah yang menafkahi keluarga
Atau para ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anaknya
Atau tanyalah kepada para guru yang ikhlash membimbing murid-muridnya
Dari mereka tak akan ditemukan sekotak coklat sekuntum bunga
Sebentuk cincin segudang rayuan kata
Bagi mereka cinta adalah pengorbanan kadang derita
Atau cerita tentang lelah dan air mata

Ust.Usep Moh.Ishaq

  • 22 hours ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Munajat

Sudah kudengar segala seruan yang disampaikan kepadaku, maka timbullah minat dalam hatiku hendak mengerjakan seruanMu, perintah untuk kebahagiaanku.

Aku mengaku bahwa semuanya untuk kemashlahatanku dan kesucianku. Tetapi kelemahanku selalu mendorongku ke jalan yang tidak Engkau sukai. Tuhanku, dosa yang aku kerjakan, amatlah kecil bila dibandingkan dengan besarnya ampunanMu.

Kalau Tuhan hendak mencelakakanku, gelap jalan yang aku tempuh, dan tak seorangpun yang kuat kuasa mempertahankan aku. kalau Tuhan hendak memberi aku malu, maka terbukalah rahasiaku, walau bagaimana aku menyembunyikannya. Karena itu, ya Tuhanku, sempurnakan awal hikmatMu sampai keujungnya, dan jangan Tuhan cabut apa yang telah diberikan.

Ya Tuhan yang telah memberi aku pakaian cinta, yang selamannya tiada luntur dan usang.

Tuhan yang menjaga aku di dalam perjalanan dan dalam diam, berilah aku cahaya meski secercah dari CahayaMu. Dengan ingat akan Engkau, oh Tuhanku, aku beroleh nikmat. Orang yang berjalan di luar garisMu, tersesat dan terpencil.

Aku yakin keluasan IlmuMu, Engkau tahu apa yang tersimpan di hatiku. Ilahi, amat banyak kesalahanku, aku sia-siakan dan lalai, padahal anugerahMu meliputi diriku.

Aku sembunyikan dosaku dari mata makhluk, padahal Engkau selalu melihat dan memperhatikannya. Dalam pada itu, Tuhan sedia pula mengampuni. Demi kebesaranMu, sejahat-jahat makhlukMu, tidak ada yang tak merasa jahat kejahatannya yang dikerjakannya. Tetapi dia lemah dan dungu, sebab itu Engkau ampuni dia.

Aku ini dungu wahai Tuhan, ampuni aku.

Kalau kulihat berlipatnya nikmat, aku heran mengapa aku sesat. Bagaimana aku begitu berani mengharap ridhaMu padahal aku masih tetap aku.

Dan bagaimana aku takkan mengharap (ridhaMu), padahal Engkau masih tetap Engkau.

-Buya Hamka-

  • 4 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
Pada titik ini, Allah benar-benar menguji akan keikhlasan dan kesabaran saya. Ya Rabb, hati ini hanya milik-Mu, Ingin kujadikan Engkau sedekat-dekat Penyerta, sebesar-besar tempat berharap, seaman-aman Tempat berlindung, sebenar-benar Tempat melabuhkan cinta,

Astaghfirullah

  • 4 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
Apabila hukum itu dibuat oleh para terkemuka, bijaksana dan orang-orang cerdik pandai bangsa itu, maka pemerintahan itu dikatakan berdasar kepada akal; tetapi apabila hukum2 itu ditentukan oleh Allah dengan perantaraan Rasul, maka pemerintahan itu berlandaskan agama”…”Oleh sebab itu seharusnyalah negara berdasarkan agama agar supaya segala sesuatu yang berhubungan dengan negara itu berada di bawah naungan dan pengawasan Tuhan Pemberi Hukum Itu

Ibn Khaldun, Muqaddimah pasal 25

  • 4 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

On Islamic Civilization, It’s So Amazing Book…
I’ve Found a narrative way in to build Islamic Civilization in this Book, Yeah I See the way of my Vision and I’ll Realize that in my life
Bismillah, Infirruuu…
Pop-upView Separately

On Islamic Civilization, It’s So Amazing Book…

I’ve Found a narrative way in to build Islamic Civilization in this Book, Yeah I See the way of my Vision and I’ll Realize that in my life

Bismillah, Infirruuu…

  • 5 days ago
  • 1
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Mari Membangun Peradaban Islam

Membangun kembali peradaban Islam memerlukan beberapa prasyarat konseptual :

  1. Memahami Sejarah jatuh bangunnya peradaban Islam masa lalu
  2. Memahami kondisi umat Islam masa kini dan mengidentifikasi masalah atau problematika yang sedang dihadapi
  3. Prasyarat bagi poin kedua, Memahami kembali konsep-konsep kunci dalam Islam

Dr.Hamid Fahmy Zarkasy

  • 5 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
Pada masa peradaban agung di Andalusia, siapapun di Eropa yang ingin mengetahui sesuatu yang ilmiah, ia harus pergi ke Andalusia. Di waktu itu banyak sekali problem dan literatur Latin yang masih belum terselesaikan, dan jka seseorang pergi ke Andalusia maka sekembalinya dari sana ia tiba-tiba mampu menyelesaikan masalah-masalah itu. Jadi Islam di Spanyol mempunyai reputasi selama ratusan tahun dan menduduki puncak tertinggi dalam pengetahuan filsafat, sains, teknik dan matematika. Ia mirip seperti posisi Amerika saat ini, dimana beberapa universitas penting berada

Oliver Leaman

  • 5 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Islam tersebar bukan melulu karena pedang

Ketika Nabi menerima Laporan bahwa ajakannya kepada Kaisar Romawi, Heraclitus untuk kalimatun sawa’ (berpegang pada keyakinan yang sama) ditolak dengan halus, Nabi hanya berkomentar pendek “sa uhajim al-ram min uqri baiti” (Akan saya perangi romawi dari dalam rumahku). Ucapan Nabi itu bukanlah genderang perang, Ia hanya berdiplomasi. Tidak ada ancaman fisik. Tidak juga menyakitkan pihak lawan. Ucapan itu justru menunjukkan keagungan risalah yang dibawanya, bahwa dari suatu komunitas kecil di jazirah Arab yang tandus, Nabi yakin Islam akan berkembang menjadi peradaban yang kelak mengalahkan Romawi. Dan Nabi benar, kemudian sekitar  tidak lebih dari satu abad sesudah Nabi Wafat, umat Isalm telah tersebar ke kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, dua kawasan yang dulunya jatuh ke tangan Alexander the Great. Selanjutnya Muslim memasuki kawasan yang telah lama dikuasai oleh Romawi tanpa perlawanan yang berarti. Nabi tidak pernah pergi menyerang Romawi Barat maupun Romawi Timur, tapi datangnya gelombang peradaban Islam telah benar-benar menjadi faktor penyebab kejatuhan Romawi.

Ketika Kaisar Persia Ebrewez, cucu Kaisar Khosru 1 merobek-robek surat Nabi sambil berkata,”Pantaskah orang itu menulis surat kepadaku, sedangkan ia adalah budakku”, Nabi pun berkomentar pendek,’Semoga Allah merobek-robek kerajaannya”. Dan sabda nabi kembali terbukti, sesudah itu putra kaisar bernama Qabaz merebut kekuasaan dan membunuh Kaisar Ebrewez, ayahnya sendiri. Kemudian ia berkuasa, akan tetapi kekuasaannya tidak lebih dari 4 bulan lamanya. Setelah itu kekaisaran Persia berganti-ganti hingga 10 kali selama 4 tahun. Kekaisarannya benar-benar porak-poranda. Pada masa inilah Persia tidak berdaya ketika tentara Islam datang. Sejak itu kekaisaran Persia benar-benar runtuh dan dikuasai oleh Islam.

Di Indonesia, Islam masuk tanpa peperangan. Islam masuk dan diterima oleh masyarakat yang telah memiliki kepercayaan Hindu yang kuat. Namun karena kekuatan konsepnya, Islam sudah merasuk ke dalam pandangan hidup masyarakat nusantara waktu itu, dalam kehidupan secara menyeluruh. Sekali lagi, ini merupakan bukti bahwa Islam tersebar bukan melulu karena pedang.

Islam tersebar, menguasai dan menyelamatkan masyarakat di kawasan-kawasan yang didudukinya. Tidak pernah ada cerita eksploitasi Sumber Daya Alam untuk dibawa ke daerah mana Islam berasal. Tidak ada pertambahan kekayaan bagi jazirah Arab. tidak ada kemiskinan akibat masuknya muslim ke kawasan yang didudukinya. Daerah-daerah yang dikuasai atau diselamatkan umat Islam, justru menjadai kaya dan makmur

Itulah watak peradaban Islam yang sangat berbeda dari peradaban barat yang eksploitatif

  • 5 days ago
  • Permalink
  • Share
    Tweet
← Newer • Older →
Page 1 of 16

Portrait/Logo

"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
- At Taubah :41 -

Pages

  • Ardian Fajar Prastyawan
  • Goresan Pena
  • Dakwah Kampus

My Social Media

  • @ardian_fajar_p on Twitter
  • Facebook Profile
  • pmldkgamaisitb on Youtube
  • pmldk on Flickr
  • Google

Twitter

loading tweets…

Following

  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask Me
  • Berbagi Inspirasi
  • Mobile

2012. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr